KIM SE KOTA MOJOKERTO DIBERI PEMBINAAN AKSES PERMODALAN DAN KEMASAN PRODUK
Penulis:  orz     Tanggal:   30-03-2015     Berita ini telah Anda baca :   5 Kali

Berbagai upaya yang dilakukan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Mojokerto untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat termasuk kesejahteraan anggota Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang menjadi pembinaannya , mulai dari pembinaan Sumber Daya Manusianya (SDM) maupun pembinaan   membantu dari segi permodalan dan untuk meningkatkan daya jualnya melalui kemasan produk. Dalam hal permodalan Dishubkominfo bekerja sama Diskoperindag Kota Mojokerto yang nantinya anggota KIM dapat memperoleh modal dengan mudah dan tanpa bunga. Informasi seperti ini merupakan informasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat terutama bagi masyarakat yang mempunyai usaha tetapi terkendala permodalan dan disain kemasan produk. Itulah awal sambutan  yang disampaikan  Ruby Hartoyo, S.Sos, MM, Kepala Dishubkominfo Kota Mojokerto ketika membuka acara Pembinaan dan Pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se Kota Mojokerto, Jum’at (27/3) bertempat di Gedung Pertemuan Dishubkominfo, Jalan Bay Pass.

Lebih lanjut dikatakan Ruby bahwa KIM itu sebagai mitra pemerintah yang bergerak dibidang pelayanan informasi kepada masyarakat. Maka informasi apa saja yang berkaitan dengan pembangunan bisa  diakses melalui wibesite www.Mojokertokota.go.id seperti informasi pembinaan  yang kita ikuti sekarang ini. Jadi Informasi berasal dari Pemerintah bisa sampaikan kemasyarakat demikian juga sebaliknya informasi dari masyarakat bisa kita salurkan ke Pemerintah. Perlu diketahui bahwa sekarang Dishubkominfo sudah membuka layanan pengaduan masyarakat secara online. Silahkan memanfaatkan wibesite layanan pengaduan masyarakat ini agar pelayanan informasi pemerintah kepada masyarakat melalui media wibesite bisa berjalan dengan lancar.

Oleh karenanya Ruby berharap komunikasi antara Pemerintah Kota Mojokerto dengan masyarakat harus terjalin dengan baik. Sehingga apa yang ditetapkan dalam program pembangunan pemerintah dapat dipahami, dimengerti dan diikuti oleh masyarakat. Maka Kelompok KIM sebagai salah satu potensi dibidang  informasi mampu membantu masyarakat didalam memberikan layanan informasi untuk ikut serta dalam pelaksanaan program pembangunan dalam meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.

Ovie Risna Kartika, S.pd, Kepala Bidang Pelayanan Informasi dan Komunikasi sebagai Ketua panitia penyelenggara menyampaikan bahwa permasalahan yang sering timbul dihadapi oleh Kelompok Informasi Masyrakat (KIM) mengenai usahanya yang bergerak di berbagai macam produk industry kecil adalah berkaitan dengan permodalan dan untuk meningkatkan daya jualnya adalah mengenai kemasan produk.  Maka dalam acara  kegiatan  pembinaan dan pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat Se Kota Mojokerto yang diikuti oleh 54 (Lima puluh empat) peserta berasal Ketua, anggota dari 18 (delapan belas) KIM nantinya kami harapkan bisa mendapatkan informasi tentang permodalan yang bisa disalurkan ke anggota KIM di Wilayah Kota Mojokerto. Sesuai dengan tujuan diselenggarakan acara ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang akses permodalan dan peningkatan daya jual melalui kemasan produk bagi anggota masyarakat dan penggiat KIM terutama bagi yang memiliki usaha produk atau jasa yang dapat dikembangkan.

Indah S. Andayani, Sebagai nara sumber dari Diskoperindag Kota Mojokerto  menyajikan materi pertama  tentang Modal Usaha mikro Kecil dan menengah. Secara umum yang dihadapi oleh IKM setelah dilatih dan mempunyai usaha kesulitannya dengan modal. Pada hal usaha harus mempunyai modal. Dalam hal ini sesuai dengan Perwali Nomor 10 Tahun 2011 dan Perwali Nomor 30 tahun 2012, Pemerintah Kota Mojokerto melaui APBD telah memberi pinjaman lunak dengan mengembalikan tanpa bunga, tanpa dipungut biaya dan tanpa potongan. Apabila ada yang meminjam kemudian dipotong dan dipungut biaya, dipungut bunga silahkan masukan ke layanan pengaduan secara online yang telah disediakan oleh Dishubkominfo Kota Mojokerto. Adapun tujuan pemkot memberikan pinjaman modal adalah untuk meningkatkan kelancaran usaha, meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha, meningkatkan PAD. Untuk pemberian pinjaman modal harus warga Kota Mojokerto, pinjaman modal sesuai dengan jenis usahanya dan tempat usahanya juga di Kota Mojokerto bukan ditempat yang lain.

Sedangkan materi kedua disajikan Dr. David Sukardi Kodrat, MM, dari Ciputra Malang dan Dra. Siti Nurjanah Y, MM. dari Diskoperindag Kota Mojokerto mengenai Strategi memenangkan Persaingan melalui Kemasan untuk meningkatkan penjualan. Strateginya memperkecil kemasan, untuk meningkatkan persaingan merubah kemasan dari kemasan yang besar menjadi kemasan yang kecil, untuk memperbesar meningkatkan penggunaan, meningkatkan citra dan menjadi pembeda.

Karena materi yang sangat menarik banyak pertanyaan yang disampaikan oleh anggota KIM maka pada akhir acara ovie berpesan apabila ada pertanyaan yang belum disampaikan maka hubungi dan datang saja ke Diskoperindag Kota Mojokerto yang berlokasi, di Jalan Raya Meri, nanti bu Nurjannah dan Bu Indah akan siap membantu untuk mengarahkan ke bidang masing-masing.(Orz).  

  • Pengunjung : 46
  • Total Pengunjung : 82
  • Pengunjung Online : 84746